BALIKPAPAN – Ambisi PS Barito Putera untuk segera kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional kian konkret. Memasuki putaran kedua Championship 2025/2026, Laskar Antasari resmi mengumumkan perekrutan penyerang berpengalaman Cornelius Stewart, Senin (12/1/2026).
Striker asal Saint Vincent dan Grenadines itu didatangkan usai dilepas Semen Padang FC dalam agenda perombakan besar-besaran menyusul performa buruk klub tersebut di Super League. Meski telah berusia 36 tahun, Stewart dinilai masih memiliki naluri gol, pengalaman, dan ketenangan yang dibutuhkan untuk laga-laga krusial.
“Cornelius Stewart resmi menambah daya gedor Laskar Antasari,” tulis manajemen Barito Putera melalui akun Instagram resmi klub.
Duet Maut Stewart–Tocantins, Alarm Bahaya untuk Rival
Kehadiran Stewart diprediksi akan langsung mengangkat level lini serang Barito Putera. Ia bakal membentuk duet mematikan bersama Gustavo Tocantins, bomber paling produktif di Grup 2 musim ini.
Tocantins sejauh ini telah mengoleksi 12 gol dan 6 assist, menjadikannya salah satu penyerang paling berbahaya di Championship. Kombinasi kecepatan, pengalaman, dan penyelesaian akhir keduanya diyakini mampu menjadikan Barito sebagai tim dengan lini depan paling ditakuti di putaran kedua.
Klasemen Ketat, Setiap Laga Final
Barito Putera saat ini masih memuncaki klasemen sementara Grup 2 dengan 35 poin dari 15 pertandingan. Namun, keunggulan tersebut belum sepenuhnya aman karena persaingan papan atas berlangsung sangat ketat:
- Barito Putera – 35 poin (11 menang, 2 imbang, 2 kalah)
- PSS Sleman – 33 poin
- Persipura Jayapura – 32 poin
Dengan selisih poin yang tipis, setiap pertandingan ke depan akan menjadi laga hidup-mati bagi tim kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan tersebut.
Target Jelas: Kembali ke Super League
Sebagai tim yang terdegradasi musim lalu, Barito Putera tak ingin berlama-lama di Championship. Regulasi kompetisi mewajibkan juara grup meraih tiket promosi otomatis ke Super League 2026/2027.
Jika gagal finis di puncak, Barito minimal harus mengamankan peringkat kedua untuk bersaing di babak play-off melawan runner-up Grup 1. Kehadiran Cornelius Stewart diharapkan menjadi faktor pembeda dalam laga-laga krusial penentu nasib promosi Laskar Antasari.









