JAKARTA – Fenomena anak-anak yang memalsukan usia saat mendaftar di platform digital menjadi perhatian serius pemerintah. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, mengungkapkan bahwa celah ini menjadi pintu masuk utama paparan konten dewasa dan seksual kepada anak di bawah umur.
Dalam Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta, Selasa (3/2/2026), Wamen Nezar menegaskan bahwa sistem platform digital yang selama ini hanya mengandalkan deklarasi tanggal lahir sudah tidak lagi memadai.
Bahaya Manipulasi Usia: Algoritma Salah Sasaran
Menurut Nezar, saat anak memalsukan umur menjadi 18 tahun atau lebih, algoritma platform secara otomatis akan menyajikan konten dewasa ke lini masa mereka.
“Platform umumnya digerakkan oleh mesin tanpa verifikasi mendalam. Ketika anak memalsukan umur, sistem menganggap mereka sudah dewasa, sehingga konten-konten seksual terpapar bebas ke mereka,” tegasnya.
Solusi Baru: Teknologi ‘Age Inferential’
Menanggapi tantangan ini, Kemkomdigi mendorong Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk menerapkan teknologi Age Inferential atau deteksi usia berbasis perilaku. Teknologi ini merupakan bagian dari implementasi PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS).
- Cara Kerja: Algoritma platform akan membaca kecenderungan perilaku pengguna.
- Contoh: Jika pola konsumsi konten menunjukkan ciri-ciri anak-anak namun akun terdaftar sebagai dewasa, sistem akan otomatis memblokir akses ke konten berbahaya.
- Uji Coba: Platform global seperti YouTube dikabarkan tengah menguji coba fitur ini di beberapa wilayah.
Dukungan Industri Digital
Ketua Umum idEA, Hilmi Adrianto, menyambut positif langkah pemerintah. Ia mengakui tantangan terbesar adalah menyaring konten negatif tanpa menutup akses anak terhadap informasi edukatif dan inovasi.
“Implementasi regulasi ini akan mengubah cara platform merancang fitur secara aktif. Tujuannya adalah melindungi anak tanpa menghambat inovasi digital,” ujar Hilmi.
Melalui pendekatan safety by design, pemerintah berharap ruang digital Indonesia tidak hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga lingkungan yang aman dan ramah bagi pertumbuhan anak.






