SAMARINDA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda Kalimantan Timur (Kaltim) pada periode 31 Januari hingga 1 Februari 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menjelaskan kondisi ini dipicu oleh fenomena La Nina lemah, perlambatan kecepatan angin di wilayah Kalimantan, serta meningkatnya suhu permukaan laut di Selat Makassar yang mendorong pertumbuhan awan hujan secara intens.
“Kelembapan udara yang cukup basah di berbagai lapisan atmosfer turut mendukung pembentukan awan hujan di Kalimantan Timur,” ujar Djoko dalam keterangan resminya, Sabtu (31/1/2026).
Ia menyebutkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Mahakam Ulu, Berau, Kutai Timur, Bontang, Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Paser, dan Penajam Paser Utara.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak lanjutan seperti banjir atau genangan air, angin kencang, serta pohon tumbang. Warga di daerah rawan diimbau terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG dan meningkatkan kesiapsiagaan. / Pemprov Kaltim












