SAMARINDA – Sistem siklonik dan konvergensi massa udara terpantau berada di sekitar Laut Sulawesi dan Selat Makassar. Kondisi ini berpotensi memicu hujan lebat di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, khususnya kawasan pesisir.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Absar, mengatakan angin permukaan diprediksi bertiup dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6–16 kilometer per jam. Suhu udara berkisar 15–32 derajat Celsius dengan kelembapan 47–100 persen.
“Pagi hari umumnya berawan tebal di hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Namun Mahakam Ulu dan Balikpapan diprakirakan mengalami hujan ringan,” ujar Huda, Jumat (30/1/2026).
Memasuki siang hingga malam hari, hujan diprediksi meluas ke hampir seluruh kabupaten/kota dan berlanjut hingga dini hari, terutama di wilayah pesisir seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang, dan Penajam Paser Utara.
Pada dini hari, cuaca di sejumlah wilayah mulai membaik, di antaranya Berau, Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara.
BMKG juga mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wilayah Kutai Barat dan Kutai Kartanegara diprakirakan berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar pada periode 31 Januari–1 Februari 2026.
Sementara itu, kondisi gelombang laut di perairan Kalimantan Timur masih tergolong rendah, dengan tinggi sekitar 1 meter.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan karhutla, serta memantau informasi cuaca terbaru melalui aplikasi Info BMKG dan kanal resmi BMKG. / Pemprov












