SAMARINDA – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Timur resmi meluncurkan program SERAMBI 2026 (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri). Program ini disiapkan untuk memenuhi lonjakan kebutuhan uang layak edar bagi masyarakat Kaltim.
Kepala KPwBI Kaltim, Jajang Hermawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,18 triliun. Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 19,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Lokasi dan Jadwal Penukaran di Kaltim
Layanan penukaran uang SERAMBI 2026 akan berlangsung mulai 18 Februari hingga 15 Maret 2026. Bank Indonesia bekerja sama dengan perbankan di tujuh kabupaten/kota wilayah kerja KPwBI Kaltim melalui beberapa kanal:
-
Layanan Terpadu: Berlokasi di Gedung Pramuka, Samarinda.
-
Penukaran Ritel: Tersedia di sejumlah masjid besar di Samarinda.
-
Kantor Cabang Bank: Tersedia di 35 titik kantor bank yang telah ditunjuk secara resmi.
Mekanisme Penukaran: Wajib Daftar Lewat PINTAR
Untuk menjaga ketertiban, seluruh proses pendaftaran penukaran dilakukan secara daring (online). Berikut poin penting yang perlu diperhatikan masyarakat:
-
Aplikasi/Website: Pendaftaran dilakukan melalui laman pintar.bi.go.id.
-
Kuota Pendaftaran: Dibuka dalam dua tahap, yakni Tahap I (14 Februari 2026) dan Tahap II (27 Februari 2026) mulai pukul 08.00 WIB.
-
Batas Maksimal: Setiap orang hanya diperbolehkan menukar maksimal satu paket senilai Rp5,3 juta.
Cinta, Bangga, Paham Rupiah
Melalui tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”, Jajang Hermawan juga mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip 5J dalam merawat uang (Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi).
Masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada terhadap risiko uang palsu dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta bertransaksi secara bijak dan tidak berlebihan selama masa Ramadan dan Lebaran.
“Sinergi dengan perbankan ini memastikan distribusi uang Rupiah berjalan tepat sasaran, mudah diakses, dan lancar bagi seluruh masyarakat Kalimantan Timur,” pungkas Jajang.



