BERAU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan peninjauan mendalam ke lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara milik PT Supra Bara Energi (SBE) di Kabupaten Berau.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap kekhawatiran publik mengenai potensi bencana ekologi, mengingat aktivitas penambangan perusahaan tersebut berada di area sensitif dekat Sungai Kelay.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, turun langsung ke Desa Rantau Panjang dan Pagar Bukur untuk memastikan operasional tambang mematuhi aspek keselamatan lingkungan dan standar teknis yang ditetapkan Inspektur Tambang Kementerian ESDM.
Teknologi Grouting dan Stabilisasi Lereng
Bambang menjelaskan bahwa hasil pantauan di lapangan menunjukkan pihak PT SBE telah melakukan langkah-langkah pengendalian teknis guna melindungi badan sungai.
“Hasil peninjauan menunjukkan PT SBE telah melakukan berbagai upaya pengendalian teknis guna menjaga stabilitas lereng dan melindungi badan sungai,” ujar Bambang dalam kunjungannya.
Beberapa langkah teknis yang telah diterapkan antara lain:
-
Injeksi Semen (Grouting): Digunakan untuk memperkuat struktur tanah dan menahan pergerakan tanah di dekat aliran sungai.
-
Pemasangan Drainhole: Berfungsi mengurangi kejenuhan material tanah agar tidak terjadi longsor.
-
Pembentukan Jenjang (Bench): Merapikan dinding tambang agar lebih stabil secara struktural.
Target Penutupan Lubang Tambang (Void) Agustus 2026
Selain proteksi sungai, fokus utama peninjauan ini adalah memastikan reklamasi area bekas tambang. Manajemen PT SBE menargetkan proses penutupan lubang tambang (void) akan rampung sepenuhnya pada Agustus 2026.
Rencananya, area tersebut akan diperkuat melalui metode backfilling 100 persen (penimbunan penuh) hingga mencapai elevasi +5 mdpl dengan lebar sekitar 500 meter. Dengan komitmen ini, diharapkan tidak ada lubang tambang yang tersisa di area tersebut.
Pemerintah Provinsi Kaltim menegaskan akan terus melakukan pengawasan ketat agar setiap aktivitas pertambangan di Bumi Etam tetap menjunjung tinggi prinsip kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitar.






