SAMARINDA – Cuaca di Kalimantan Timur (Kaltim) diperkirakan memburuk dalam sepekan ke depan. Berdasarkan data prakiraan cuaca sampai 5 Desember 2025, tiga kota besar—Samarinda, Balikpapan, dan Bontang—akan mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai badai petir hampir setiap hari. BMKG mengingatkan tingginya potensi banjir, genangan air, hingga tanah longsor di sejumlah wilayah.
Samarinda: Badai Petir Mendominasi Hingga Akhir Pekan
Samarinda akan diguyur hujan dan badai petir beruntun mulai Minggu (30/11) hingga Jumat (5/12). Suhu udara berada di rentang 23–34°C. Hujan singkat diperkirakan hanya terjadi pada Sabtu, sebelum cuaca kembali memburuk di hari berikutnya. BMKG meminta masyarakat waspada terhadap pohon tumbang dan meningkatnya tinggi muka air di bantaran Sungai Mahakam.
Balikpapan: Hujan Setiap Hari, Intensitas Meningkat
Balikpapan juga diprediksi tak luput dari cuaca ekstrem. Hujan singkat terjadi Sabtu, namun mulai Minggu hingga Jumat, badai petir hadir hampir setiap hari. Suhu harian berkisar 24–31°C. BMKG mengingatkan potensi banjir lokal di kawasan pesisir dan daerah cekungan yang kerap mengalami genangan.
Bontang: Hujan Lebat Bergantian dengan Badai Petir
Bontang akan mengalami hujan lebat singkat pada Sabtu, kemudian disusul badai petir sepanjang pekan. Suhu diperkirakan 24–32°C. Wilayah-wilayah padat penduduk dan sekitar sungai diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat intensitas hujan yang tinggi.
BMKG: Kaltim Masuk Fase Hujan Menengah–Tinggi
BMKG menyampaikan bahwa Kaltim kini berada dalam periode curah hujan 50–150 mm per hari, dengan sejumlah wilayah berpotensi mencapai kategori hujan tinggi 150–300 mm. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir, longsor, dan angin kencang.
Warga Diminta Siaga
BMKG mengimbau masyarakat untuk, menghindari aktivitas luar ruang saat hujan deras dan petir. Waspada genangan, terutama di daerah rawan banjir. Memantau informasi cuaca terkini dari kanal resmi. Mengamankan barang-barang penting dari potensi luapan air.
Peningkatan curah hujan diprediksi masih berlangsung hingga awal Desember, sehingga kewaspadaan luas publik sangat diperlukan.






