BALIKPAPAN – Kalimantan Timur (Kaltim) menyimpan potensi pariwisata kelas dunia. Namun, kekayaan itu selama ini seolah tersembunyi, belum tergarap maksimal.
Otoritas Bandara Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan menilai, destinasi wisata Kaltim ibarat mutiara di dalam lumpur—berharga, tetapi belum sepenuhnya terangkat ke permukaan.
Kepala Otban Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, menegaskan bahwa penguatan konektivitas udara menjadi kunci utama untuk mengangkat potensi tersebut ke level nasional hingga internasional.
“Kalau saya melihat, destinasi wisata Kalimantan Timur itu seperti mutiara di dalam lumpur. Tinggal bagaimana mutiara itu kita angkat, kita bersihkan, dan kita kemas. Kalau itu dilakukan, dampaknya bisa menjadi ledakan positif bagi pariwisata daerah,” ujar Ferdinan saat ditemui di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Senin (5/1/2026).
Ia menyebut sejumlah destinasi unggulan seperti Berau, Maratua, dan Derawan yang dinilai tidak kalah menarik dibandingkan objek wisata di provinsi lain, bahkan di tingkat internasional. Namun, keterbatasan akses penerbangan selama ini menjadi salah satu faktor penghambat utama.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Otban Wilayah VII memastikan peluncuran penerbangan perdana rute Berau–Maratua dan Maratua–Berau yang akan resmi mengudara pada 16 Januari 2026.
“Penerbangan ini kami harapkan menjadi pintu masuk utama wisatawan menuju destinasi unggulan Kalimantan Timur, khususnya kawasan kepulauan,” jelasnya.
Rute tersebut akan dilayani Wings Air menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 penumpang, yang dinilai ideal untuk karakteristik wilayah kepulauan dan destinasi wisata alam.
Tak hanya itu, peningkatan konektivitas juga diperkuat melalui rencana penambahan frekuensi dan pembukaan rute baru oleh maskapai di bawah Lion Group. Salah satunya, Super Air Jet yang direncanakan menambah frekuensi penerbangan Berau–Balikpapan dari dua kali menjadi tiga kali sehari.
“Penambahan frekuensi ini sangat positif karena tidak hanya mendukung pariwisata, tetapi juga memperkuat pergerakan ekonomi dan mobilitas masyarakat,” ujar Ferdinan.
Di sisi lain, Citilink juga dikabarkan akan mengambil alih sejumlah rute yang sebelumnya dilayani pesawat ATR Wings Air, dengan menggunakan pesawat Airbus berkapasitas lebih besar, sehingga daya angkut penumpang meningkat signifikan.
Penguatan jaringan penerbangan juga menyasar wilayah utara Kalimantan. Otban Wilayah VII mencatat adanya rencana reaktivasi rute Tanjung Selor–Balikpapan oleh Wings Air, serta pembukaan rute Berau–Tarakan pulang-pergi.
“Bandara Berau akan memiliki beberapa penerbangan perdana. Mudah-mudahan rute Berau–Tarakan PP bisa segera terealisasi,” ungkapnya.
Namun demikian, Ferdinan menegaskan bahwa penguatan konektivitas udara harus dibarengi dengan promosi pariwisata yang masif dan berkelanjutan, agar tingkat keterisian penumpang tetap terjaga dan bandara-bandara di Kalimantan Timur semakin hidup.
“Kami mohon dukungan semua pihak untuk melakukan promosi secara masif. Harapannya, wisata Kalimantan Timur tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga mendunia,” tegasnya.
Otban Wilayah VII Balikpapan, lanjut Ferdinan, akan terus memfasilitasi koordinasi antar pemangku kepentingan guna menghidupkan kembali pergerakan transportasi udara seperti sebelum pandemi.
“Target kami, pergerakan penumpang dan penerbangan bisa kembali seperti tahun 2019. Selain Kalimantan Timur, kami juga menjajaki rute-rute yang berkaitan dengan wilayah kerja Otban VII, seperti Palangkaraya, Sampit, dan Pangkalan Bun,” pungkasnya. (Niken/*)








