BALIKPAPAN – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Balikpapan periode 2025–2029, Gasali, menegaskan komitmennya membawa olahraga Balikpapan naik kelas melalui transformasi organisasi yang berorientasi pada kinerja dan prestasi berkelanjutan, bukan sekadar seremonial.
Komitmen itu disampaikan Gasali usai dilantik oleh Ketua Umum KONI Provinsi Kalimantan Timur, Rusdiansyah Aras, di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Rabu (7/1/2026).
Menurut Gasali, jabatan Ketua KONI bukanlah kehormatan pribadi, melainkan amanah besar untuk mendorong prestasi olahraga daerah agar semakin kompetitif di tingkat provinsi hingga nasional.
“Pelantikan ini adalah awal tanggung jawab besar. Menjadi Ketua KONI bukan soal kehormatan pribadi, tetapi amanah untuk membawa olahraga Kota Balikpapan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Prestasi Tinggi, Tantangan Lebih Besar
Gasali mengapresiasi capaian atlet Balikpapan pada Pekan Olahraga Daerah (Popda) 2025, di mana Balikpapan berhasil keluar sebagai juara umum dengan torehan 59 emas, 57 perak, dan 58 perunggu, atau total 174 medali.
Tak hanya itu, pada babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Balikpapan juga mencatat prestasi impresif dengan raihan 197 emas, 296 perak, dan 297 perunggu, total 703 medali. Hasil tersebut memastikan atlet Balikpapan siap berlaga di Porprov Kaltim 2026.
“Dari 62 cabang olahraga, 58 cabang berhasil lolos ke Porprov 2026. Ini bukti Balikpapan tidak kekurangan semangat dan talenta,” kata Gasali.
Berubah dari Event-Oriented ke Performance-Oriented
Meski prestasi tinggi telah diraih, Gasali menegaskan bahwa capaian tersebut harus ditopang oleh sistem pembinaan yang kuat dan berkelanjutan. Karena itu, pada periode 2025–2029, KONI Balikpapan akan bertransformasi dari organisasi yang bersifat event-oriented menjadi performance-oriented.
“Bukan hanya ramai saat pelantikan, tapi kuat saat pertandingan. Bukan hanya hadir di podium, tapi berkelanjutan dalam pembinaan,” tegasnya.
Ia menyebut fokus utama kepengurusan meliputi pembangunan sistem pembinaan atlet yang terstruktur dan berjenjang, dukungan nyata bagi pelatih dan cabang olahraga, serta tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Olahraga untuk Identitas dan Ekonomi Kota
Gasali juga menekankan bahwa olahraga tidak hanya soal medali, tetapi juga membangun identitas kota, karakter generasi muda, serta membuka peluang ekonomi melalui industri olahraga dan sport tourism.
“Kami ingin olahraga Balikpapan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga kebanggaan daerah dan peluang ekonomi baru,” ujarnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Gasali mengajak seluruh pemangku kepentingan — Pemerintah Kota Balikpapan, KONI Kaltim, dunia usaha, sponsor, serta seluruh cabang olahraga — untuk bergerak dalam satu visi.
“Kami mengajak seluruh cabang olahraga meninggalkan ego sektoral, memperkuat komunikasi, dan bergerak dalam satu irama,” katanya.
KONI Harus Hadir untuk Atlet
Gasali menutup dengan penegasan bahwa KONI Balikpapan harus menjadi organisasi yang benar-benar hadir dan bekerja untuk atlet.
“Kami tidak berjanji perjalanan ini mudah, tetapi kami berjanji akan hadir, mendengar, dan bekerja. KONI harus memperjuangkan atlet, bukan sekadar mengatur jadwal,” tegasnya.
Dengan mengusung tema “Satu Gerak, Satu Semangat, Satu Balikpapan”, Gasali berharap kepengurusan KONI 2025–2029 menjadi tonggak kebangkitan olahraga Balikpapan menuju prestasi yang lebih tinggi, tata kelola yang kuat, serta kebanggaan daerah.






