BALIKPAPAN – Di tengah kebijakan pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD), Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tetap menunjukkan komitmennya menghadirkan pelayanan dasar yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya melalui perbaikan infrastruktur jalan lingkungan di kawasan perumahan.
Perubahan signifikan kini dirasakan warga Perumahan PT HER I, Korpri, dan Perusda di Kecamatan Balikpapan Selatan. Ruas jalan lingkungan yang sebelumnya rusak, kini tampak mulus setelah dilakukan pelapisan ulang aspal (overlay).
Tak hanya itu, jalan utama kawasan tersebut juga diperlebar guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Perbaikan ini menjadi bukti nyata peran pemerintah kota, setelah Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) kawasan perumahan resmi diserahterimakan dari pengembang kepada Pemkot Balikpapan.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung, menegaskan pihaknya akan terus mengawal program-program infrastruktur yang berdampak langsung bagi warga, khususnya di Kelurahan Sepinggan Baru.
“Saya akan terus mengawal kegiatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk perbaikan infrastruktur di wilayah Sepinggan Baru,” ujar Wahyullah, Rabu (7/1/2025).
Ia menjelaskan, sekitar 80 persen wilayah Kelurahan Sepinggan Baru merupakan kawasan perumahan. Dengan telah diserahterimakannya fasum dan fasos kepada pemerintah kota, tanggung jawab pemeliharaan kini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
Menurutnya, keterbatasan anggaran akibat pemangkasan TKD tidak seharusnya, menghambat program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
“Masyarakat tentu merasakan dampaknya. Jalan, drainase, dan fasilitas umum yang dulunya milik developer, kini menjadi aset pemerintah dan bisa diperjuangkan perbaikannya,” jelasnya.
Hal serupa dirasakan Ketua RT 54 Perumahan Perusda Balikpapan, Mustari Muslimin. Ia menyebut perbaikan jalan lingkungan ini menjadi angin segar bagi warga, sekaligus memperjelas aspirasi masyarakat.
“Jadi warga tahu ke mana harus mengadu dan apa yang bisa diperjuangkan. Alhamdulillah, sekarang fasum dan fasos sudah menjadi aset pemerintah,” ujarnya.
Perbaikan infrastruktur yang terus dilakukan, Pemkot Balikpapan berharap kualitas lingkungan permukiman semakin baik, serta kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan hingga ke tingkat perumahan, meski di tengah tekanan fiskal daerah.






