JAKARTA – Mudik Lebaran 2026 dinilai menjadi waktu terbaik bagi keluarga untuk mengurangi ketergantungan anak pada gadget. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak para orang tua memanfaatkan momen libur panjang untuk memperbanyak interaksi langsung dengan anak.
Menurutnya, suasana kebersamaan saat mudik dapat menjadi kesempatan penting untuk membangun komunikasi yang lebih dekat di tengah tingginya penggunaan teknologi digital.
Orang Tua Diajak Kurangi Penggunaan Gadget Anak
Meutya Hafid menyarankan keluarga mulai membatasi penggunaan gawai selama libur Lebaran.
Ia bahkan mendorong agar gadget bisa dimatikan sementara agar anak-anak lebih banyak berinteraksi dengan keluarga.
“Gunakan momen liburan dan mudik ini untuk sebanyak-banyaknya menghabiskan waktu bersama keluarga. Gadgetnya bisa dimatikan dulu atau setidaknya dikurangi,” ujarnya, dalam siaran pers Komdigi.
Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan Anak di Ruang Digital
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan perlindungan anak di ruang digital yang akan mulai berlaku pada 28 Maret 2026.
Kebijakan ini akan memberi perhatian khusus pada anak-anak di bawah usia 16 tahun dalam penggunaan media sosial.
Karena itu, Meutya mengimbau orang tua mulai membimbing anak-anak untuk mengurangi ketergantungan pada media sosial sejak sekarang.
“Sejak sekarang mungkin bisa mulai berlatih perlahan-lahan keluar dari media sosial dengan bimbingan orang tua,” katanya.
Libur Lebaran Dinilai Waktu Terbaik Bangun Komunikasi Keluarga
Meutya menilai perubahan pola penggunaan teknologi digital tidak bisa terjadi secara instan. Dibutuhkan kesiapan keluarga, terutama peran orang tua.
Karena itu, libur Lebaran dapat dimanfaatkan sebagai momen untuk membangun komunikasi yang lebih sehat antara orang tua dan anak.
“Mungkin selama libur Lebaran ini adalah waktu yang baik untuk berbicara dari hati ke hati antara orang tua dan anak,” ujarnya.
Perbanyak Aktivitas Bersama Saat Mudik
Ia berharap keluarga dapat memanfaatkan momen mudik untuk melakukan lebih banyak aktivitas bersama, seperti:
-
berbincang bersama keluarga
-
berkegiatan tanpa gadget
-
bermain bersama anak
-
mempererat hubungan keluarga
Dengan cara tersebut, anak-anak diharapkan bisa lebih banyak berinteraksi langsung dengan orang tua dan keluarga tanpa bergantung pada perangkat digital.






