BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus menunjukkan komitmennya, dalam memperkuat pembinaan atlet melalui pengembangan sarana dan prasarana olahraga.
Salah satu rencana yang tengah dikaji adalah pembangunan venue kolam renang khusus atlet serta penyediaan kawasan terpadu untuk pembinaan olahraga prestasi.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyampaikan bahwa saat ini fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola relatif sudah tersedia. Namun demikian, masih terdapat kebutuhan sarana lain yang perlu mendapat perhatian, khususnya kolam renang dan kawasan atlet terpadu.
“Lapangan sepak bola sudah ada. Ke depan, yang akan kita perhatikan adalah kolam renang dan kawasan atlet. Atlet kita belum punya kawasan khusus, nanti kita rencanakan pembangunan stadion khusus atlet. Doakan saja ke depan bisa terwujud,” ujar Rahmad Mas’ud, usai menghadiri Pelantikan Ketua KONI Balikpapan Gasali beserta jajaran pengurus, di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC), pada hari Rabu, 7 Januari 2026.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengungkapkan bahwa Pemkot Balikpapan saat ini tengah mengkaji rencana pembangunan venue kolam renang yang akan difungsikan sebagai pusat pembinaan atlet, sekaligus lokasi penyelenggaraan event olahraga berskala besar.
Menurut Ratih, rencana pembangunan tersebut masih dalam tahap kajian awal dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah serta regulasi yang berlaku.
“Kami sedang menyiapkan kajian usulan yang sesuai dengan struktur anggaran. Nantinya kolam renang ini tidak hanya untuk latihan atlet, tetapi juga dapat digunakan untuk penyelenggaraan berbagai kejuaraan,” jelasnya.
Ratih menegaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem keolahragaan di Balikpapan, mengingat cabang olahraga renang memiliki potensi prestasi yang cukup besar.
“Atlet-atlet renang Balikpapan kerap menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan. Sudah sepantasnya mereka mendapatkan dukungan sarana latihan yang layak dan representatif,” tegasnya.
Saat ini, Disparpora Balikpapan masih mematangkan perencanaan, termasuk penentuan lokasi pembangunan yang harus sesuai dengan tata ruang dan ketentuan pemerintah.
“Kami pastikan dulu lokasi yang direncanakan benar-benar klir dan sesuai aturan. Setelah itu baru dapat diajukan untuk pembangunan,” terangnya.
Ratih menambahkan, meskipun lokasi pembangunan belum ditetapkan secara resmi, rencana pembangunan venue kolam renang tersebut telah masuk dalam agenda jangka menengah Pemerintah Kota Balikpapan.
Selama ini, atlet renang Balikpapan masih memanfaatkan sejumlah fasilitas seperti Kolam Renang Mulawarman milik Kodam VI/Mulawarman, kolam renang hotel, serta kawasan Pantai Manggar. Kondisi tersebut dinilai belum ideal untuk pembinaan atlet secara profesional dan berkelanjutan.
Ia berharap, kehadiran venue kolam renang berstandar nasional dapat meningkatkan kualitas latihan atlet, memperluas peluang Balikpapan menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga air, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan sport tourism.
“Dengan fasilitas yang modern dan terpusat, atlet bisa berlatih lebih optimal, sekaligus membuka peluang Balikpapan menjadi pusat kegiatan olahraga air di Kalimantan Timur,” pungkasnya.










