SAMARINDA – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan sistem pembayaran digital nasional terus tumbuh pesat. Hingga awal 2026, jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah mencapai 60 juta orang, dengan partisipasi 44 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
“QRIS kini mencatatkan sekitar 17 miliar transaksi, menunjukkan semakin luasnya adopsi pembayaran digital oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Perry dalam Peresmian Laporan Perekonomian Indonesia, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, lonjakan penggunaan QRIS mencerminkan perubahan perilaku masyarakat dari transaksi tunai ke non-tunai yang lebih praktis, cepat, dan aman. Digitalisasi sistem pembayaran juga mempermudah aktivitas ekonomi sehari-hari, mulai dari belanja kebutuhan rumah tangga hingga sektor transportasi, jasa, dan pariwisata.
“Pengguna QRIS tidak hanya tumbuh di kota besar, tetapi juga merambah daerah, termasuk pasar tradisional dan sentra UMKM,” jelas Perry.
Ia menambahkan, QRIS membantu pelaku UMKM menjangkau lebih banyak konsumen tanpa bergantung pada uang tunai. Dengan satu kode QR, pedagang dapat menerima berbagai metode pembayaran digital sekaligus meningkatkan efisiensi dan pencatatan keuangan.
Selain di dalam negeri, QRIS kini dapat digunakan lintas negara di delapan negara, yakni Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, China, Korea Selatan, India, dan Arab Saudi.
“Ini memberi kemudahan bagi wisatawan dan pelaku usaha Indonesia di luar negeri, sekaligus memperluas ekosistem ekonomi digital nasional,” tutup Perry. / Pemprov






