BALIKPAPAN – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang kini semakin marak dan canggih.
Melalui imbauan resminya, Polda Kaltim menyebut pelaku kejahatan siber kini memanfaatkan video deepfake dan voice cloning untuk meniru wajah maupun suara orang yang dikenal korban, termasuk pejabat dan tokoh publik, guna meminta transfer uang atau data sensitif.
“Pelaku bisa memanipulasi wajah dan suara agar terlihat dan terdengar sangat meyakinkan. Masyarakat diminta tidak langsung percaya meski tampak seperti orang terdekat,” demikian imbauan Polda Kaltim.
Dua modus utama yang disoroti yakni:
-
Video deepfake, dengan memalsukan wajah seseorang untuk menyampaikan perintah palsu.
-
Voice cloning, dengan meniru suara kerabat atau pejabat guna mengelabui korban.
Polda Kaltim mengingatkan masyarakat agar selalu melakukan verifikasi melalui jalur komunikasi lain sebelum menindaklanjuti permintaan mencurigakan, serta tidak pernah memberikan data pribadi, kode OTP, maupun uang kepada nomor yang tidak dikenal.
“Kewaspadaan dan ketelitian menjadi kunci utama agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan digital,” tegas pihak kepolisian. / Polda












