BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa pembinaan dan fasilitasi atlet tetap menjadi prioritas Pemerintah Kota, meskipun di tengah adanya penyesuaian anggaran akibat pengurangan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Pernyataan tersebut disampaikan Rahmad Mas’ud usai pelantikan Ketua KONI Balikpapan Gasali beserta jajaran pengurus, di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC), pada hari Rabu, 7 Januari 2026.
Ia berharap kepengurusan KONI yang baru dapat bekerja secara konsisten dalam membina atlet-atlet Balikpapan, agar prestasi olahraga daerah terus meningkat.
“Dengan pengurus yang baru ini, kami berharap pembinaan dan fasilitasi atlet bisa dilakukan secara berkelanjutan. Atlet-atlet Balikpapan saat ini sudah baik, dan ke depan akan terus kita tingkatkan,” ujar Rahmad Mas’ud.
Ia menyoroti banyaknya atlet Balikpapan yang berhasil meraih prestasi pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII Tahun 2025, di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Menurutnya, prestasi tersebut harus ditindaklanjuti dengan dukungan nyata melalui pembinaan berjenjang di bawah naungan KONI, termasuk perhatian terhadap pendanaan.
“Banyak atlet kita yang juara di Popda kemarin. Itu harus kita fasilitasi, termasuk pembinaan dan dukungan dana yang perlu benar-benar kita perhatikan. Ini menjadi komitmen pemerintah kota,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kota Balikpapan terus mengalokasikan dana hibah kepada KONI yang diperuntukkan bagi pembinaan atlet. Selain itu, wali kota juga menekankan pentingnya memperhatikan kesejahteraan atlet berprestasi, termasuk membantu mencarikan pekerjaan bagi atlet yang belum bekerja. “Atlet berprestasi wajib kita perhatikan, tidak hanya pembinaannya, tetapi juga kesejahteraannya,” tambahnya.
Terkait anggaran yang diberikan kepada KONI, Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa sektor olahraga tidak akan terdampak signifikan, meskipun terdapat penyesuaian anggaran secara menyeluruh.
“Penyesuaian anggaran ini bukan hanya di satu bidang saja, tetapi secara umum. Kalau pun ada pengurangan, tidak akan banyak. Mudah-mudahan ke depan, baik di perubahan anggaran maupun tahun berikutnya, dana bisa kembali stabil sehingga atlet tetap terfasilitasi,” pungkasnya










