BALIKPAPAN – Arus mudik dan balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Tengah mencatatkan kinerja positif dengan lonjakan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat, namun tetap berlangsung aman tanpa insiden atau zero accident.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, saat menutup secara resmi Posko Terpadu Angkutan Nataru 2025/2026 di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Senin (5/1/2026).
“Alhamdulillah, selama masa angkutan Nataru ini tidak ada kejadian menonjol maupun insiden signifikan yang mengganggu keselamatan dan kelancaran penerbangan,” ujar Ferdinan.
Trafik Penerbangan Meningkat
Berdasarkan rekapitulasi data selama masa posko, mobilitas masyarakat melalui jalur udara di tiga provinsi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
-
Jumlah penumpang meningkat 6,27 persen
-
Pergerakan pesawat naik 4 persen
Lonjakan trafik ini terjadi di tengah tingginya mobilitas masyarakat, khususnya menuju wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Tujuh Bandara Prioritas Pengawasan
Dari 28 bandara yang berada di bawah pengawasan Otban Wilayah VII, terdapat tujuh bandara utama yang menjadi fokus pemantauan ketat karena tingginya aktivitas penerbangan.
“Peringkat pertama bandara paling padat adalah SAMS Sepinggan Balikpapan, disusul Bandara Kalimarau Berau,” ungkap Ferdinan.
Selain itu, bandara lain yang masuk dalam pengawasan prioritas meliputi:
-
Bandara APT Pranoto Samarinda
-
Bandara Juwata Tarakan
-
Bandara Iskandar Pangkalan Bun
-
Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya
-
Bandara H. Asan Sampit
Pengawasan Berlapis Jadi Kunci Zero Accident
Ferdinan menjelaskan, keberhasilan menjaga keselamatan penerbangan di tengah lonjakan trafik tidak terlepas dari kerja keras lima kelompok inspektur yang diterjunkan setiap hari untuk melakukan monitoring silang di seluruh bandara prioritas.
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh melalui beberapa bidang, antara lain:
-
Bidang Navigasi, memastikan kinerja AirNav berjalan optimal dan lalu lintas udara aman.
-
Bidang Kelayakan Udara, melakukan inspeksi rutin armada maskapai (ramp check).
-
Bidang Bandar Udara dan Keamanan, menjaga kenyamanan serta perlindungan penumpang di area terminal.
-
Sinergi TNI AU, mendukung pengamanan objek vital dan ketertiban operasional maskapai.
“Inspektur kami bekerja setiap hari, bukan hanya di Sepinggan, tetapi juga di tujuh bandara prioritas lainnya. Sinergi inilah yang membuat Nataru berjalan aman dan lancar,” tambahnya.
Standar Baru Pengawasan Transportasi Udara
Penutupan posko ini menandai berakhirnya masa angkutan udara Nataru 2025/2026 dengan predikat aman, lancar, dan zero accident. Capaian tersebut diharapkan menjadi standar baru pengawasan transportasi udara di wilayah Kalimantan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas penerbangan menuju kawasan IKN.






