Kamis, 5 Maret 2026
kaltiminsert.com
Advertisement
  • Home
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Kalimantan Timur
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Mahakam Ulu
    • Berau
    • Paser
    • PPU
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Rubrik
    • Internasional
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Lifestyle
  • Video
  • Opini
  • Advetorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Kalimantan Timur
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Mahakam Ulu
    • Berau
    • Paser
    • PPU
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Rubrik
    • Internasional
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Lifestyle
  • Video
  • Opini
  • Advetorial
No Result
View All Result
kaltiminsert.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
  • Advetorial
Home Nasional

Keracunan Program MBG Marak, DPR Desak Audit Total Dapur dan Distribusi

Anggota Komisi IX minta pengawasan ketat SPPG, sertifikasi wajib, hingga sanksi tegas bagi penyelenggara lalai

by Admin
15/01/2026
in Nasional
A A
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto. Foto: Arifman/Mahendra

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto. Foto: Arifman/Mahendra

JAKARTA – Kasus keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berulang dan kian mengkhawatirkan. Dalam waktu berdekatan, tercatat 803 penerima manfaat keracunan di Grobogan, 433 korban di Mojokerto, serta kasus serupa di Pekalongan. Rentetan insiden ini terjadi di tengah komitmen Badan Gizi Nasional (BGN) yang menargetkan zero case keracunan pada 2026.

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menilai rangkaian kejadian tersebut sebagai alarm keras lemahnya pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program strategis nasional itu. Menurutnya, tujuan mulia peningkatan gizi anak tidak boleh mengorbankan aspek keselamatan dan kesehatan publik.

Baca Juga

Hilal Tak Terlihat di IKN, Tapi Sejarah Ramadan Dimulai dari Ibu Kota Baru

Dukung IKN Berkelanjutan, Indosat Hijaukan Kawasan Istana dengan Pohon Asli Kalimantan

“Program MBG sangat penting, tetapi kasus keracunan yang terus berulang menunjukkan pengawasan dari hulu sampai hilir belum berjalan optimal. Ini bukan kejadian biasa dan tidak boleh dianggap sepele,” tegas Edy dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, Kamis (15/1/2026).

Edy mengingatkan, Komisi IX sebelumnya telah menekankan penguatan pengawasan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama BPOM, BGN, dan Kementerian Kesehatan. Fokus utama pengawasan diarahkan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dapur dan penyedia makanan MBG.

Ia menilai, lemahnya kontrol terlihat dari masih terjadinya keracunan pasca-pergantian tahun. Padahal, standar keamanan pangan semestinya mencakup pemeriksaan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.

“Standar higiene dan sanitasi harus ketat, inspeksi lapangan dilakukan berkelanjutan, dan sampling serta uji laboratorium wajib rutin. Jika ini longgar, risiko keracunan akan terus berulang,” ujarnya.

Legislator Dapil Jawa Tengah III itu juga mendorong audit kesehatan dan keamanan pangan secara menyeluruh terhadap seluruh SPPG sebelum dan selama operasional. Audit mencakup kelayakan fasilitas, praktik produksi makanan, hingga kepatuhan terhadap standar gizi dan sertifikasi keamanan pangan.

Dorongan tersebut sejalan dengan pembahasan RAPBN 2026, termasuk penguatan anggaran untuk pengujian sampel MBG, pelatihan pengelola SPPG, serta peningkatan peran BPOM dalam pengawasan makanan.

Edy menekankan pentingnya sertifikasi wajib seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan penerapan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), serta kolaborasi lintas lembaga antara BPOM, BGN, Kemenkes, dan pemerintah daerah.

“Zero-accident approach harus benar-benar diterapkan. Jika hasil laboratorium membuktikan adanya kelalaian, sanksi administratif harus tegas. Tidak boleh ada pembiaran,” tandasnya.

Terkait penanganan korban, Edy menegaskan bahwa pembiayaan pengobatan harus dijamin. Peserta BPJS Kesehatan wajib dilayani penuh, sementara korban nonaktif menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Ia juga mengingatkan agar fasilitas kesehatan tidak menolak pasien darurat dengan alasan administrasi.

Terakhir, Edy mendorong transparansi penuh kepada publik, mulai dari hasil investigasi, temuan laboratorium, hingga tindak lanjut terhadap penyelenggara MBG yang bermasalah.

“Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Program MBG wajib dievaluasi menyeluruh agar benar-benar memberi manfaat, bukan justru membahayakan,” pungkas Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu. / DPR

Tags: Badan Gizi NasionalKeracunan Makan Bergizi GratisKeracunan MBGMakan Bergizi Gratis 2026Program MBG

Related Posts

No Content Available
Next Post
Instagram-Logo

Kemkomdigi Klarifikasi Dugaan Kebocoran Data Instagram, Meta Pastikan Password Aman

Kaltim menerima Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha 2025 untuk dua kategori, yakni Desa dan Kelurahan

Kaltim Borong Penghargaan Nasional pada Hari Desa 2026 di Boyolali

Penerbangan komersial perdana Wings Air rute Berau–Maratua, yang juga terhubung dari Balikpapan melalui transit Berau / Pemprov

Penerbangan Perdana Wings Air Berau–Maratua Resmi Dibuka, Gubernur Kaltim Dorong Pariwisata

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Terlaris

  • Prakiraan Cuaca Kaltim / Pemprov

    BMKG Prediksi Hujan Masih Dominasi Kaltim Hingga Akhir Januari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Lingkungan di Sejumlah Kawasan Perumahan Balikpapan Selatan Tampak Mulus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Tukar Uang Baru di Kaltim 2026: Bank Indonesia Siapkan Rp2,18 Triliun Melalui Program SERAMBI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hilal Tak Terlihat di IKN, Tapi Sejarah Ramadan Dimulai dari Ibu Kota Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transfer Persiba Balikpapan: Danu Agusta Jadi Rekrutan Ke-7, Pertajam Lini Sayap Beruang Madu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
kaltiminsert.com

Portal berita yang menyajikan informasi seputar Kalimantan Timur dari berbagai sudut pandang. Ringkas, akurat, dan relevan bagi pembaca

Ikuti Kami

Rubrik

  • Balikpapan
  • Berau
  • Bontang
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Kalimantan Timur
  • Kesehatan
  • Kutai Barat
  • Kutai Kartanegara
  • Kutai Timur
  • Mahakam Ulu
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Paser
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • PPU
  • Samarinda
  • Teknologi

Terbaru

Penukaran uang / Pemprov

Cara Tukar Uang Baru di Kaltim 2026: Bank Indonesia Siapkan Rp2,18 Triliun Melalui Program SERAMBI

18/02/2026
Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu titik pengamatan hilal (rukyatul hilal) untuk penentuan 1 Ramadan 1447 H yang dilaksanakan di Rusun ASN 1 Tower D, Selasa (17/02/2026)

Hilal Tak Terlihat di IKN, Tapi Sejarah Ramadan Dimulai dari Ibu Kota Baru

18/02/2026
  • Redaksi & Manajemen
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

© 2025 kaltiminsert.com.

  • Home
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Kalimantan Timur
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Mahakam Ulu
    • Berau
    • Paser
    • PPU
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Rubrik
    • Internasional
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Lifestyle
  • Video
  • Opini
  • Advetorial

© 2025 kaltiminsert.com.