BALIKPAPAN — Deru mesin kendaraan penggerak empat roda (4WD) kembali memecah kesunyian pedalaman Kalimantan. Rombongan Kalimantan Tribute resmi memulai perjalanan napak tilas legendaris Camel Trophy 1996. Senin (20/04/2026) pagi, para peserta telah mencapai titik awal di Camp Sotek–Sungai Toyu, Km 53, Penajam Paser Utara (PPU).
Ekspedisi ini bukan sekadar ajang offroad biasa, melainkan upaya merasakan kembali atmosfer salah satu rute paling ikonik di Asia yang pernah dijalani tiga dekade silam.
Tantangan Dermaga Tak Surutkan Semangat
Perjalanan dari Balikpapan menuju titik kumpul di Penajam sempat diwarnai kendala teknis penyeberangan. Perbaikan salah satu dermaga di Penajam memicu antrean panjang kapal feri, membuat rombongan terakhir baru tiba di lokasi pada pukul 22.30 WITA.
Meski demikian, antusiasme peserta tetap membara. “Selamat datang, selamat menikmati camp area di tepi Sungai Toyu,” sapa Greefion Kamil, pemimpin perjalanan Kalimantan Tribute, saat menyambut para peserta.
Scrutineering: Memastikan Kesiapan di “Gerbang” IKN
Sebelum memasuki etape yang lebih ganas, para peserta menjalani proses scrutineering atau pemeriksaan teknis kendaraan secara mendalam selama dua hari di Camp 53 Sotek. Karakter jalur Sotek yang merupakan peralihan dari aspal menuju tanah keras hutan tanaman industri menjadi ujian awal bagi ketahanan mesin.
“Kita ingin kenalkan rintangan yang nanti akan banyak kita temui sepanjang perjalanan,” ujar Insuhendang, salah satu scout tracker tim. Selain pemeriksaan fisik mobil, peserta juga diberikan orientasi rute dan pengarahan keselamatan yang ketat.
Mimpi Jadi Nyata bagi Peserta Mancanegara
Daya tarik Camel Trophy Borneo 1996 ternyata masih magis di mata dunia. Terbukti, ekspedisi ini diikuti oleh peserta asing, salah satunya Bernard, seorang pemilik dealer Land Rover asal Marseille, Prancis.
“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan (It is a dream come true),” ungkap Bernard. Baginya, melintasi jalur yang pernah dilalui kendaraan resmi Land Rover dan Range Rover pada masa keemasan Camel Trophy adalah sebuah kehormatan.
Misi Sosial di Jalur Terpencil
Setelah menyelesaikan orientasi di Sotek, rombongan dijadwalkan bergerak ke arah barat menuju Muara Teweh, Kalimantan Tengah. Tak hanya memacu adrenalin, Kalimantan Tribute juga membawa misi kemanusiaan.
“Sebelum masuk Kalimantan Tengah, kami ada agenda bakti sosial dan kunjungan ke sekolah-sekolah terpencil di sepanjang rute ini,” tambah Greefion yang akrab disapa Fion.
Etape selanjutnya diprediksi akan jauh lebih teknis dengan variasi medan hutan, sungai, dan perbukitan yang menuntut manajemen waktu serta logistik yang mumpuni. Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat mengenang kembali sejarah otomotif dunia sekaligus memperkenalkan wajah baru Kalimantan di era pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).




