SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai membenahi Mal Lembuswana Samarinda setelah pengelolaannya kembali berada di bawah Pemprov Kaltim. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bahkan menargetkan perbaikan jalan di kawasan mal rampung dalam waktu 10 hari.
Target tersebut disampaikan Rudy Mas’ud saat meninjau langsung Mal Lembuswana, Rabu (9/9/2026).
Rudy ingin pusat perbelanjaan yang berada di lokasi strategis di tengah Kota Samarinda itu kembali menjadi magnet masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim.
“Kita akan hidupkan kembali masa kejayaan Mal Lembuswana,” kata Rudy Mas’ud, dikutip dari laman Pemprov.
Jalan Mal Ditargetkan Mulus 10 Hari
Salah satu pembenahan yang langsung menjadi perhatian gubernur adalah kondisi jalan di lingkungan Mal Lembuswana.
Rudy meminta Dinas PUPR Kaltim segera melakukan perbaikan melalui salah satu unit pelaksana teknis daerah (UPTD).
“Pak Iing, tolong hitamkan semua jalan di sini. Biar pengunjung nyaman masuk sini,” perintah Rudy kepada Plt Kepala Dinas PUPR Kaltim Irhamsyah.
Perbaikan tersebut ditargetkan selesai dalam 10 hari. Dengan demikian, sekitar 20 September 2026, jalan di kawasan Mal Lembuswana diharapkan sudah kembali mulus.
Selain jalan, sejumlah fasilitas lain juga akan dibenahi, mulai dari pendingin ruangan (AC), penerangan, toilet hingga pemasangan videotron promosi yang menghadap kawasan Simpang Empat Lembuswana.
10 Ribu Pengunjung Saat Akhir Pekan
Upaya menghidupkan kembali Mal Lembuswana bukan tanpa modal. Aktivitas pengunjung disebut sudah mulai menggeliat dalam beberapa pekan terakhir.
Saat ini, jumlah pengunjung mencapai sekitar 10.000 orang ketika akhir pekan dan sekitar 8.000 orang pada hari normal.
Dari sisi kendaraan, area parkir menampung sekitar 3.000 kendaraan pada hari biasa dan meningkat menjadi sekitar 4.000 kendaraan saat akhir pekan.
Rudy juga menyempatkan diri berbincang dengan sejumlah tenant di setiap lantai mal. Para penyewa berharap pembenahan fasilitas diikuti dengan semakin lengkapnya isi mal sehingga mampu menarik lebih banyak pengunjung.
Pengelolaan Mal Lembuswana sendiri resmi kembali ke Pemprov Kaltim pada 7 Agustus 2026, setelah kerja sama dengan PT Cipta Sumina Satresna (CSIS) berakhir.
Selanjutnya, pengelolaan aset tersebut dipercayakan kepada perusahaan daerah PT Kalimantan Timur Melati Bakti Satya (KTMBS).
Bukan Sekadar Mal, Ditarget Jadi Mesin PAD
Rudy tidak hanya ingin Mal Lembuswana kembali ramai. Pusat perbelanjaan tersebut juga ditargetkan menjadi salah satu aset produktif Pemprov Kaltim yang mampu memberikan kontribusi terhadap PAD.
Karena itu, pembenahan fasilitas dinilai menjadi langkah awal untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus daya tarik mal.
“Kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur mari datang ke Mal Lembuswana, lihat perubahannya dan belanjanya juga di Mal Lembuswana,” ajak Rudy.
Tak hanya Mal Lembuswana, Pemprov Kaltim juga tengah membenahi sejumlah aset lainnya.
Sebelum meninjau Mal Lembuswana, Rudy mengunjungi Hotel Claro Pandurata di Kompleks Gelora Kadrie Oening Samarinda. Hotel yang juga berada dalam pengelolaan PT KTMBS tersebut diarahkan untuk dibenahi agar lebih menarik dan mampu menangkap potensi aktivitas masyarakat di kawasan olahraga dan wisata kuliner tersebut.
Rudy juga meninjau Stadion Madya Sempaja. Meski belum digunakan untuk ajang nasional maupun internasional, ia meminta fasilitas stadion tetap dirawat dan dibenahi agar dapat dimanfaatkan, termasuk untuk pemusatan latihan.
“Walaupun tidak dipakai untuk ajang nasional atau internasional, minimal stadion ini tetap bisa dipakai untuk pemusatan latihan. Jadi harus tetap dirawat dan diperbaiki,” pesannya.








