BALIKPAPAN – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, untuk menjaga akses air bersih masyarakat di tengah kemarau panjang. Salah satunya dengan menyiapkan tiga terminal tangki air di sejumlah wilayah yang dinilai rawan mengalami gangguan pelayanan.
Langkah tersebut dilakukan setelah PTMB mendapat instruksi dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV di Samarinda untuk mengurangi pengambilan air baku dari Waduk Manggar dan Waduk Tritip mulai 1 September 2026.
Direktur Teknik PTMB, Mohamad Kohirudin, mengatakan pembatasan tersebut membuat pasokan air baku yang dapat diolah PTMB berkurang cukup signifikan.
Di Waduk Manggar, pengambilan air baku diturunkan dari 1.150 liter per detik menjadi 900 liter per detik. Sementara di Waduk Tritip, pengambilan dipangkas dari 220 liter menjadi 110 liter per detik.
Dengan demikian, total pengurangan pasokan dari kedua sumber air baku tersebut mencapai sekitar 360 liter per detik. “Berkurangnya 360 liter per detik itu tentu pelayanan akan terganggu,” kata Kohirudin, saat Press Release pada hari Senin, 27 September 2026, di Balai Kota Balikpapan.
PTMB memperkirakan kondisi tersebut berdampak terhadap jam pelayanan sekitar 38 ribu sambungan rumah. Namun, ia menegaskan kondisi itu tidak berarti aliran air ke pelanggan akan terhenti sepenuhnya.
“Ini bukan berarti mati sama sekali, tetapi jam pelayanannya berkurang. Yang mungkin awalnya bisa 24 jam bisa turun menjadi kurang dari 24 jam,” ujarnya.
Menghadapi kondisi tersebut, PTMB memilih memperkuat pola distribusi dan menyiapkan alternatif pasokan melalui layanan air tangki. Tiga terminal tangki telah disiapkan masing-masing di Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan, dan Balikpapan Utara.
Terminal tersebut akan menjadi titik pendukung apabila masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air dari jaringan perpipaan. Warga nantinya dapat mengakses layanan air tangki melalui nomor kontak maupun kanal komunikasi resmi PTMB.
Menurut Kohirudin, Balikpapan Timur menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus karena penurunan kapasitas air baku di wilayah tersebut mencapai sekitar 50 persen.
PTMB pun akan memaksimalkan terminal tangki di Balikpapan Selatan yang berada di Jalan MT Haryono, depan Kantor Disdukcapil. Fasilitas itu nantinya tidak hanya menopang pelayanan di Balikpapan Selatan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Timur.
“Dengan turunnya 50 persen kapasitas di Timur, tentu daerah Timur ini jadi kritikal. Kami akan konsen sekali untuk mengembangkan atau memaksimalkan terminal tangki yang ada di Balikpapan Selatan,” jelasnya.
Sementara itu, terminal tangki di Balikpapan Utara akan difokuskan untuk mendukung pelayanan di kawasan Utara dan sebagian wilayah lain yang mengalami keterbatasan pasokan.
Adapun terminal di Balikpapan Barat akan diprioritaskan untuk masyarakat di wilayah tersebut. Kohirudin menyebut Balikpapan Barat sejak awal memang memiliki jam pelayanan yang belum maksimal.
Untuk wilayah Balikpapan Kota dan Balikpapan Tengah, dukungan pasokan juga akan dilakukan dari terminal di Balikpapan Selatan. “Untuk Balikpapan Kota dan Tengah juga akan disupport dari Balikpapan Selatan yang ada di Dam,” katanya.
Selain menyiapkan infrastruktur distribusi alternatif, PTMB meminta masyarakat ikut berperan menjaga ketersediaan air selama musim kemarau. Warga diimbau menyediakan tampungan air secukupnya dan memanfaatkannya ketika aliran air sedang tersedia.
Kohirudin menekankan masyarakat tidak perlu menyiapkan tampungan dalam jumlah berlebihan. Kapasitasnya cukup disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga untuk beberapa hari.
PTMB juga terus melakukan pengaturan distribusi agar air dapat dibagi secara merata kepada pelanggan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga agar wilayah yang sebelumnya mengalami gangguan tetap memperoleh pelayanan seoptimal mungkin.
Kondisi ini diperkirakan masih menjadi tantangan hingga Oktober 2026. Berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikan dalam rapat terakhir, kemarau yang disertai El Nino masih berpotensi berlangsung hingga bulan tersebut.
Karena itu, PTMB mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan air secara berlebihan.
“Harapannya kita bisa menjaga konsumsi air ini, jangan terlalu berlebihan. Bijaksana menggunakan air, sehingga sampai Oktober nanti kita masih punya air yang cukup untuk digunakan untuk kebutuhan rumah tangga,” tuturnya.
Di tengah kondisi tersebut, PTMB juga masih menunggu surat keterangan kondisi darurat dari Wali Kota Balikpapan. Surat tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk memperluas langkah mitigasi risiko, sehingga penanganan keterbatasan air baku dapat dilakukan secara lebih masif dengan dukungan Pemerintah Kota Balikpapan.
Kohirudin menegaskan, seluruh langkah yang disiapkan PTMB diarahkan agar keterbatasan air baku tidak memutus akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar tersebut. “Ini upaya-upaya yang kita lakukan supaya air masih bisa diakses oleh masyarakat Kota Balikpapan,” pungkasnya.(*)
Penulis : Niken Sulastri






